November 15, 2021 By comvitahuni.com 0

Kepanjangan K3, Pengertian, Tujuan dan juga Manfaatnya

Kepanjangan K3, Pengertian, Tujuan dan juga Manfaatnya

Apa kepanjangan K3? Yang tentu bukan jargon kebersihan yang dulu tenar semasa Orde Baru. Kepanjangan K3 ini mengenai dengan kegiatan perusahaan, tersebut uraiannya.

Pada peluang kali ini, kami dapat menguraikan berkenaan kepanjangan K3, pengertian, tujuan dan manfaatnya, dan juga menguntungkan rugi profesi tersebut. Tanpa berpanjang-panjang lagi, review pembahasannya di bawah ini.

Apa Kepanjangan K3? Gambar alat pelindung diri k3
Kepanjangan K3 sebagai Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada dasarnya baru terasa dikenal luas sejak tahun ’70-an. Khususnya sehabis Pemerintah RI merilis Undang-Undang No. 1 tahun 1970 berkenaan Keselamatan Kerja.

Undang-Undang tersebut jadi basic Peraturan Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Koperasi No. 1 tahun 1978 berkenaan keselamatan dan kesegaran kerja didalam industri penebangan kayu.

Sebelum aturan tersebut diterbitkan, banyak orang masih rancu didalam mengetahui kepanjangan K3. Pasalnya ada dua arti lain yang disingkat dengan K3.

Pertama, kepanjangan K3 adalah Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan, yang jadi jargon pemeliharaan lingkungan area tinggal masyarakat. Kedua, yakni K3 sebagai singkatan berasal dari Kategori 3, yang merupakan tidak benar satu pangkat bagi PNS berasal dari kelompok honorer.

Namun, kepanjangan K3 yang terakhir, yakni Keselamatan dan Kesehatan Kerja kini lebih banyak dikenal daripada dua lainnya. Keselamatan dan Kesehatan Kerja jadi tidak benar satu instrumen atau bidang kerja yang harus dimiliki tiap-tiap perusahaan didalam menjalankan aktivitasnya.

Pengertian K3
Setelah mengenal kepanjangan K3, Anda juga harus mengetahui pengertiannya. Berikut sejumlah rumusan pengertian berasal dari K3 oleh beberapa instansi mengenai dan para ahli.

· Pemerintah Republik Indonesia
Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 berkenaan Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja berisi pengertian K3 didalam Pasal 1 ayat 2. Di situ disebutkan bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan segala bentuk kegiatan yang bertujuan menambahkan jaminan dukungan atas keselamatan dan kesegaran tenaga kerja, baik berasal dari kecelakaan maupun penyakit sehubungan dengan kegiatan kerja.

· International Labour Organization (ILO)
Organisasi perburuhan internasional PBB yang berpusat di Jenewa, Swiss mendefinisikan K3 sebagai sebuah keadaan dan faktor yang sanggup berdampak pada keselamatan dan kesegaran kerja, bagi tenaga kerja dan orang lain di area kerja.

· Hadiningrum (2003)
Pengertian K3 menurut Kunliestiowati Hadiningrum adalah pengawasan pada sumber energi manusia, material, mesin, dan juga metode yang mencakup lingkungan kerja supaya pekerja tidak mengalami kecelakaan.

· A.A. Anwar Prabu Mangkunegara(2002)
K3 merupakan suatu inspirasi dan usaha menjamin keutuhan dan menyempurnakan keadaan jasmani dan rohani tenaga kerja. Namun tidak menutup mungkin bahwa keberhasilannya juga berdampak positif pada penduduk umum, didalam perihal ini untuk capai keadilan dan kemakmuran.

· Robert L. Mathis& John H. Jackson (2002)
Keduanya memperlihatkan bahwa keselamatan didalam K3 bermakna dukungan bagi karyawan berasal dari mungkin cedera fisik akibat kegiatan pekerjaan. Sementara arti kesegaran adalah keadaan fisik, psikologis, dan emosional secara umum.

Menurut mereka, K3 bertujuan untuk berikan keamanan bagi karyawan saat bekerja, menghindari mereka berasal dari gangguan, baik yang bersifat fisik maupun mental. Penerapan K3 juga bertujuan untuk menambah efisiensi pekerjaan lewat dukungan berasal dari perusahaan sendiri atau instansi eksternal.

Tujuan K3
Kepanjangan K3, Pengertian, Tujuan dan juga Manfaatnya
Tujuan K3
Tentunya gambaran berkenaan kepanjangan K3 tidak dapat lengkap tanpa mengupas tujuan, fungsi, dan juga manfaatnya. Berikut tujuan yang dambakan dicapai oleh bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja menurut Djamaludin Ramlan didalam Dasar-Dasar Kesehatan Kerja (2006).

Beliau membaginya jadi dua, yakni tujuan keselamatan kerja dan tujuan kesegaran kerja, tersebut uraiannya.

Tujuan keselamatan kerja terdiri berasal dari tiga, yaitu:

Melindungi keselamatan karyawan didalam laksanakan pekerjaannya untuk kesejahteraan hidup dan menambah produktivitas nasional.
Menjamin keselamatan tiap-tiap orang lain yang berada di area kerja.
Memelihara sumber produksi dan mengatur penggunaannya secara safe dan efisien.
Sementara tujuan kesegaran kerja terdiri berasal dari empat, pada lain:

Menjaga dan juga menambah kesegaran penduduk pekerja di segala tipe lapangan pekerjaan setinggi mungkin, baik didalam perihal fisik maupun mental, dan juga kesejahteraan sosial.
Mencegah terjadinya gangguan kesegaran pada penduduk pekerja akibat keadaan atau keadaan di lingkungan kerjanya, sekiranya kecelakaan akibat kerja.
Memberikan dukungan kepada para pekerja dikala laksanakan pekerjaan dan mungkin terjadinya bahaya karena faktor yang membahayakan kesegaran di area kerja.
Menempatkan pekerja di suatu lingkungan pekerjaan berdasarkan kapabilitas fisik dan psikis pekerjaannya dan juga keterampilannya.
Penerapan K3 menurut PP No. 50 Tahun 2012 ditunaikan lewat Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Penerapan Sistem Manajemen K3 bertujuan untuk:

Meningkatkan efektivitas kegiatan dukungan K3, secara terstruktur, terencana, dan terintegrasi.
Mengurangi dan menghindari risiko kecelakaan dan penyakit sehubungan dengan kegiatan pekerjaan, dengan melibatkan seluruh unsur di area kerja.
Menciptakan keamanan dan kenyamanan lingkungan kerja, mewujudkan efisiensi, dan juga menambah produktivitas.
Setiap poin didalam tujuan K3 ini saling mengenai satu serupa lain. Penerapan SMK3 baru dinyatakan sukses sekiranya ketiga tujuan tersebut sanggup tercapai seluruhnya.